Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Agung Karangasem

0
63

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Setelah dilakukan upaya lobi-lobi oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri yang didampingi sejumlah staf menghadap ke Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Jumat tanggal 15 Desember belum lama ini, terkait upaya mencarikan solusi penangulangan bencana erupsi Gunung Agung di Kab.Karangasem menuai hasil. Pasalnya, Sabtu (30/12/2017) Wakil Presiden Jusuf Kalla sesuai dengan janjinya, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karangasem Bali.

Untuk diketahui, kunjungan Wapres di Pulau Seribu Pura yang juga secara khusus ke Kab. Karangasem ini diagendakan selama empat hari dari tanggal 29 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 dengan tujuan menjenguk kondisi para pengungsi Gunung Agung di Karangasem juga diagendakan untuk menikmati perayaan tahun baru di Kabupaten Badung.

Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama rombongan disambut di Posko Induk Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung Tanah Ampo  oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa, Sekdakab Karangasem Adnya Mulyadi beserta jajaran Pemkab.Karangasem, Kapolda, Pangdam IX/Udayana, Anggota DPR RI, Forkopimda Karangasem, BNPB, BPBD Prov. Bali dan BPBD Karangasem, Sabtu (30/12/2017).

Saat meninjau Posko Induk Tanah Ampo, Wakil Presiden mendapatkan penjelasan dari Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, tentang langkah-langkah dan persiapan yang saat ini dilakukan dan telah dilakukan dalam upaya penangganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung.

Selanjutnya Wapres mengunjungi lokasi pengungsi mandiri erupsi gunung agung di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Holtikultura, Desa Rendang, Kabupaten Karangasem. Wapres beserta rombongan disambut anak-anak pengsungsi sambil menyanyikan lagu selamat datang  Bapak Wakil Presiden di Karangasem.

Kegiatan dilanjutkan dengan seremonial di Wantilan UPT Dinas Pertanian Kec. Rendang yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan oleh Wapres Jusuf Kalla secara simbolis yang diterima perwakilan pengungsi mandiri setempat.

Dalam sambutannya Wapres Jusuf Kalla menyampaikan selamat tahun baru bagi kita semua serta rasa empatinya juga sedih melihat kondisi rakyatnya di pengungsian karena dampak erupsi Gunung Agung yang membuat anak-anak harus bersekolah di pengungsian, tidur di pengungsian, warga lansia, orang tua juga harus di pengungsian,”Saya tentu merasa simpati dan sedih bahwa akibat erupsi gunung agung anak-anak terpaksa bersekolah di sini di pengungsian, tidur di sini, ibu-ibu dan bapak-bapak tentu mengalami kesulitan. Tapi semua itu adalah cobaan dari Tuhan dan mari kita berdoa agar semua ini, segera berlalui,” ujarnya

Orang nomor dua dijajaran Pemerintah Indonesia ini juga meyakinkan kepada para pengungsi bahwa dibalik musibah erupsi Gunung Agung ini mudah-mudahan ke depannya membawa suasana lebih baik dan pengungsi lebih tabah menjalani cobaan ini.

Pihaknya mendoakan semua pengungsi Gunung Agung dapat selesai menghadapi cobaan ini karena rumahnya berada pada radius zona bahaya 8 kilometer dengan perluasan sektoral 10 kilometer dari timur, timur laut, utara, selatan dan barat dari puncak Gunung Agung.

“Perlu diketahui bahwa Gunung Agung itu resiko bahayanya terbatas, hanya diradius 8 km sampai dengan maksimum10 km. Jadi tidak perlu kawatir untuk daerah yang di luar radius untuk tetap beraktifitas seperti biasa. Khususnya anak-anak di pengungsian untuk tetap bersekolah jangan absen, yang ikut pramuka tetap aktif, semoga tidak lama lagi keadaan kembali normal,” ucapnya

Disamping itu, Wapres menekankan bahwa pemerintah juga PMI tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bagi masyarakat yang berada di pengungsian tetaplah bekerja jangan sampai kehilangan kebiasaan untuk bekerja.,”Pemerintah tetap berusaha untuk menormalisasi kehidupan masyarakat. Yang penting, yang sekolah tetap sekolah, yang bekerja tetap bekerja dan pemerintah menjamin semua itu tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.(humas-karangasem/bpn)