Pojok Baca, Solusi Ketiadaan Perpustakaan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ketiadaan perpustakaan di SDN 2 Penatih, Dangin Puri, Denpasar Timur, menjadi salah satu masalah yang mungkin menyebabkan minimnya minat baca siswa dan rendahnya kemampuan membaca beberapa siswa.  Permasalahan ini tidak dibiarkan berlarut-larut oleh pihak sekolah.

Sekolah mendekatkan buku pada siswa untuk meningkatkan minat baca. Sebagai alternatif pengganti perpustakaan secara cepat karena untuk membuat sebuah perpustakaan dibutuhkan waktu dan biaya yang besar, pihak sekolah membuat pojok baca sebagai menggantikan fungsi perpustakaan.

‘’Dengan dukungan komite dan guru akhirnya pojok baca baca terwujud. Walau sarana prasarana buku penunjang pojok baca masih kurang,’’ ujar Kepala SDN 2 Penatih, Wayan Kantra, disela-sela menerima bantuan buku literasi dari Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), Kamis (28/12/2017) kemarin.

Menurut Wayan Kantra, pojok baca tersebut kini bukan hanya dimanfaatkan oleh siswa saja, tetapi juga dimanfaatkan oleh guru untuk membaca. Pojok baca diletakkan di selasar kelas berhadapan dengan kebun sekolah. Dengan begitu siswa dapat lebih enjoy membaca.

Eka Yuliati dari YLAI mengapresiasi upaya dan motivasi SDN 2 Penatih meningkatkan minat baca siswa dengan membuat pojok baca. Menurut Eka, ini adalah ide cemerlang ketiadaan perpustakaan sekolah.

‘’Upaya pihak sekolah seperti ini pasti akan kita dukung penuh. Mudah-mudahan ke depan SDN 2 Penatih menjadi sekolah model mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN),’’ ujar Eka yang saat itu menyerahkan sekitar 120 eksemplar buku literasi yang terdiri enam judul buku.

Eka menambahkan, bantuan buku literasi yang diberikan ini merupakan tahapan awal, dan selanjutnya akan dilengkapi dengan insfratruktur yang lebih layak termasuk juga dalam bentuk pelatihan. Di antaranya, pelatihan pengelolaan perpustakaan dan juga pelatihan untuk melakukan kegiatan pada saat kunjungan perpustakaan.

‘’Walau sederhana tapi kami sangat mengapresiasi langkah SDN 2 Penatih meningkatkan kebiasaan membaca anak sebagai pondasi untuk membawa perubahan bagi anak menumbuhkan minat bacanya sebagai langkah awal membuat mereka menjadi pembelajar yang sepanjang hayat,’’ ujar Eka.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Wayan Gunawan, juga mengapresiasi semangat stakeholder SDN 2 Penatih untuk meningkatkan minat baca siswa dengan membuat pojok baca. Dikatakannya, dengan upaya memberikan berbagai ruang fasilitas membaca tersebut, dengan sendirinya budaya membaca itu hadir.

Diingatkan pula, pembinaan gerakan membaca di sekolah harus menyasar pada bergeraknya seluruh komponen sekolah serta jejaring literasi untuk menciptakan budaya baca. ‘’Gerak literasi tidak hanya dilakukan di kelas dan di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan di masyarakat demi peningkatan kualitas membaca, menulis, dan prestasi akademik,’’ imbuhnya.

Menurut Gunawan, tanpa gerak bersama dan bertahap, program budaya baca hanya terasa hangatnya di awal. Komitmen dan teladan guru serta kepala sekolah merupakan kunci pembuka gerbang literasi sekolah. Ia harus berdiri terdepan dan menunjukkan ia membaca dan menulis. (tis/bpn)