Gubernur Pastika Hadiri Upacara Bhumi Sudha di Pura Pengubengan  Besakih

0
79

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri persembahyangan serangkaian Upacara Bhumi Sudha yang dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Kanem di Pura Pengubengan, Besakih, Senin (18/12/2017).

Disela sela kegiatan upacara, Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali menyampaikan bahwasannya upacara yang digelar setiap setahun sekali ini bertujuan untuk nunas kerahayuan jagat Bali, terlebih kondisi Gunung Agung saat ini sedang menggeliat dan aktivitasnya mengalami peningkatan. Disamping itu pula upacara ini digelar dalam rangka menyikapi kondisi alam dan perubahan sasih yang berpotensi adanya berbagai penyakit, bencana dan virus.

“Hari ini kita melaksanakan Upacara Bhuni Sudha, upacara ini adalah untuk mengantisipasi bencana dengan menjaga alam beserta isinya agar semua manusia ingat dengan keberadaan Ibu Pertiwi. Bersama sama kita nunas kerahayuan jagat Bali” imbuhnya.

Upacara Bhumi Sudha di Pura Pengubengan Besakih  di puput oleh  Ida Peranda Wayahan Tianyar Griya Mandara Sidemen Karangasem dan Ida Peranda Buda Gede Jelantik Duaja dari Griya Budakeling, Karangasem. Upacara Bhumi Sudha dilaksanakan sesuai dengan petunjuk sastra babad dewa dan hasil paruman Sulinggih Provinsi Bali dan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda yaitu di Pura Pengubengan Besakih, Pura Batur dan Pura Watu Klotok, Klungkung. Dalam pelaksanaanya, Tirta pemarisudha dari Pura Pengubengan Besakih  dan juga dari Pura Batur akan dituntun dan dipusatkan di Pura Segara Watu Klotok, Klungkung.

Setelah tiba di Utama Mandala Pura Watu Klotok, tirta dari dua Pura tersebut dicampur lagi dengan tirta di Pura Watu Klotok yang juga diawali dengan  persembahyangan bersama. Selanjutnya, ketiga tirta yang telah dicampur tersebut dibagikan kepada seluruh bendesa baik dari Kabupaten Klungkung maupun dari Kabupaten/Kota lainnya di Bali.Tirta yang dibagikan tersebut terdiri dari dua jenis, yakni tirta penawar yang dipercikkan untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan. Sementara tirta bumisudha dipercikkan untuk banten pengenteg hyang dan untuk diri sendiri. Selain tirta, dalam upacara ini juga dibagikan nasi tawur. Nasi tawur panukun jiwa tersebut nantinya ditebar di areal pakarangan rumah hingga ke pintu gerbang atau jaba pekarangan. (humas-bali/bpn)