BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Prestasi inovasi go-tik (gojek sampah plastik) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung amat fenomenal dipenghujung tahun 2017, Program  Gotik sabet 5 penghargaan bergengsi dari tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.

Dari sisi partisipasi, prestasi Gotik mampu melibatkan 35.000 masyarakat dan dari sisi manfaatnya, Gotik mampu mengurangi timbulan sampah plastik reguler hingga 50 ton. Hal ini melampaui 30 ton target yang dipasang pada awal peluncurannya.

“Ini merupakan kontribusi nyata Gotik untuk mempertahankan predikat Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia dari sisi kebersihan obyek wisata,” ujar Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan didampingi Sekretarisnya, AA Wila Kusuma pada acara pameran Karya Inovasi dan Widya Kusuma Innovation Award (Wikia), Selasa (26/12/2017) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali.

Lebih lanjut Birokrat asal Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi ini mengatakan,  menyinggung permasalahan sampah kiriman di Pantai Kuta, saat Tim Gotik sedang  kerja keras untuk secepatnya memilah sampah plastik  mana yang layak daur ulang dan mana yang mesti langsung dibawa ke TPA.

“Kami berpacu dengan waktu , cuaca, padatnya wisatawan dan volume sampah yang begitu besar. Kami juga merencanakan pada penghujung 2017 ini tim Gotik Badung siap mengolah sampah plastik kiriman di Pantai Kuta sebanyak 200 ton dari total 500 ton sampah plastik yang dikumpulkan. Sisanya yang 300 ton itu tidak utuh atau hancur sehingga tidak bisa diolah lagi mesti di bawa langsung ke TPA,” paparnya.

Ia juga memaparkan, untuk  pengembangan inovasi Gotik di tahun 2018 , pihaknya akan mempertajam kembali capaian pengurangan sampah plastik secara berkelanjutan dan terintegrasi, dengan membuat inovasi terbaru yakni program SDSB (Satu Desa Satu Bumdes Sampah) untuk menggantikan Gotik.

“Kami berhadap dengan adanya Bumdes ini Desa di Badung semakin mandiri dalam pengelokaan sampah, sehingga mampu mewujudkan Badung yang bersih hijau dan berbunga serta menjadikan Badung destinasi kelas dunia,” terangnya. (humas-badung/bpn)