Deklarasi Kebangkitan IKM di Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Terobosan baru dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung untuk memfasilitasi industri kecil menengah dan tenaga kerja di Kabupaten Badung.

Keberpihakan pemerintahan tersebut dapat dilihat dari program yang dilakukan, dan Jumat (24/11/2017)  Pemkab Badung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja meluncurkan Sistem Informasi Tenaga Kerja (SINAGA)  serta melakukan pendeklarasian kebangkitan Industri Kecil dan Menegah (IKM) Kabupaten Badung.

Untuk mendukung keberpihakan kepada pengusaha kecil di badung, Pemerintah Kabupaten Badung juga melakukan penandatanganan kerjasama antara pihak PT Angkasa Pura  I dan  Kakanwil BRI wilayah Bali Nusra serta penyerahan sertifikat uji kompetensi tenaga kerja pariwisata Tahun 2017.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, General Manager PT Angkasa Pura I,  Yanus Suprayogi, Kakanwil BRI wilayah Bali Nusra, Dedy Sunardi, Kaepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Bali, Kusumawati, Asisten I Setkab Badung,  I B Yoga Segara, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, IB Oka Dirga serta 450 IKM dan Pekerja Pariwisata.

Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan, SINAGA  menjadi salah satu terobosan yang berdampak  positif  dalam mewujudkan Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan reformasi birokrasi melalui kemudahan serta percepatan pelayanan di sektor  ketenaga kerjaan Badung.

Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan pembangunan menyeluruh dan terpola dari hulu hingga ke hilir, diberbagai bidang dan sektor melalui pola pembangunan semesta berencana (PPNSB), dimana salah satu bidang yang menjadi perioritasnya yakni pembangunan di bidang ketenaga kerjaan.

Untuk mewujudkannya, Pemkab Badung dengan dukungan penuh DPRD Badung akan terus mendorong  program Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerjadalam penciptaan lapangan kerja bagi angkatan kerja, pengembangan sumber daya manusia, sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor pariwisata, pemberian bantuan modal dan peralatan, pendampingan pelaku IKM hingga pengenalan produk IKM Badung melalui pengembangan jaringan pemasarannya.

“Saya berharap setelah dilakukan kesepakatan  dengan pihak Persero Angkasa Pura I juga dapat dilakukan kerjasama lainnya termasuk penjajagan kerjasama dengan pihak maskapai penerbangan terutama dalam upaya sinergitas pengenalan produk IKM Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan melalui acara gathering ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh pemangku kepentingan  pembangunan di kabupaten badung  untuk  terus mendorong bertumbuhnya IKM di badung.

“Dengan adanya kerjasama ini saya berharap produk IKM di Badung menjadi icon dan dikenal oleh dunia internasional. Untuk kurangnya akses modal yang dialami pelaku usaha dapat teratasi dengan adanya kerjasama pemerintah kabupaten badung dengan pihak perbankan khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI),” pungkasnya.

Sementara Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung,  IB Oka Dirga melaporkan, untuk penyerahan sertifikat uji kompetensi tenaga kerja pariwisata  tahun ini menyentuh 2.275 tenaga kerja pariwisata di Badung dengan  menggunakan APBD Badung. Pihaknya menargetkan 10 ribu tenaga kerja pariwisata yang tersertifikasi  hingga akhir tahun 2021.

“Semuanya ini diorientasikan dalam rangka peningkatan daya saing ketenaga kerjaan di sektor pariwisata yang ujungnya dalam upaya mewujudkan pembangunan pariwisata yang semakain berkualitas dan berkelanjutan. Berkenaan dengan upaya pengenalan produk IKM dikawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan menyiapkan tempat display produk IKM Badung ini diharapkan akan menjadi etalase informasi baik bersifat interaktif yakni menggunakan peralatan informasi produk digital maupun display produk langsung berikut katalognya. Kami secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan  General Manager Angkasa Pura I, Yanus Suprayogi beserta segenap jajarannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, terkait peluncuran SINADA, yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan menggunakan sistem aplikasi layanan informasi ketenaga kerjaan ini tentunya akan berdampak positif bagi upaya penempatan tenaga kerja karena percepatan layanan informasi akan semakin memudahkan mempertemukan antara pencari kerja (job seeker) dengan pencipta lapangan pekerjaan (job creator).

“Melalui sistem aplikasi yang dapat digunakan melalui handphone ini akan membuka akses informasi dan menghilangkan hambatan komunikasi dalam mengatasi masalah ketenaga kerjaan,” paparnya. (humas-badung/bpn)