Astra Motor Gianyar Berikan Plang Rambu Hati-hati dan Rompi di Karya Ngusaba Kasa Desa Bukian

239

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Desa Pakraman Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu, mengadakan karya ngusaba kasa. Terkait dengan karya tersebut, Astra Motor Gianyar memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati, dan rompi untuk pecalang saat karya berlangsung.

Pemberian plang rambu hati-hati itu, sebagai bentuk kedekatan dengan konsumen khususnya umat Hindu yang sedang menjalankan upacara agama. “Kami memberikan bantuan CSR berupa plang rambu hati-hati itu, supaya umat Hindu yang melaksanakan upacara agama lebih aman dan nyaman,” kata SO Head Astra Motor Gianyar, Kadek Mahadi.

Dikatakan Mahadi, kegiatan CSR yang diberikan saat karya di Desa Pakraman Bukian merupakan kegiatan sosial CSR Honda untuk Bali. Selain plang rambu hati-hati juga diberikan rompi kepada pecalang. “Kami harapkan dengan bantuan rompi ini, pecalang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjaga rangkaian upacara keagamaan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Desa Bukian, Payangan, Gianyar memberikan sesuatu yang tidak akan dilupakan bagi wisatawan yang mengunjunginya. Desa yang terletak di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini, merupakan desa yang hijau dan jauh dari hiruk pikuk kota. Sawah yang membentang luas, dan tanah yang subur akan menyambut pengunjung ketika datang ke desa ini. Begitu pula dengan keramahan penduduk yang senantiasa menyapa wisatawan yang berkunjung ke Desa Bukian.

Sawah nan luas menjadikan pertanian dan perkebunan menjadi sektor unggulan di desa ini. Selain bercocok tanam, warga Desa Bukian juga memiliki mata pencaharian dalam peternakan, seperti beternak babi, sapi, ayam dan itik. Beberapa masyarakat juga mendulang rezeki menjadi pekerja bangunan, buruh, serta dalam bidang kerajinan tangan dan pariwisata.

Desa Bukian menawarkan pengalaman untuk menjalani hidup sebagai orang Bali dengan lingkungan pedesaan yang asri. Wisatawan akan merasakan hidup yang sama sekali berbeda dari tempat tinggalnya selama ini. Wisatawan akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga, menanam padi dan membajak sawah bersama petani, memberi makan ternak, menyaksikan bahkan berpatisipasi langsung dalam ritual adat Hindu Bali dan lainnya. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :