Peduli Siswa Pengungsi, SMPN 3 Denpasar Bantu Pakain Seragam Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SMPN 3 Denpasar dikenal sebagai sekolah penuh inovasi dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sebanyak 46 orang siswa pengungsi Gunung Agung yang bersekolah di SMPN 3 Denpasar, dibantu pakain seragam sekolah.

Sumbangan pakain seragam sekolah diserahkan Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., usai upacara bendera, Senin (2/10/2017). Turut hadir dan menyerahkan bantuan pakaian seragam sekolah ini Perbekel Desa Dangin Puri Kangin, IGN Putrawan.

Kasek Wayan Murdana mengungkapkan, pemberian bantuan pakain seragam sekolah ciri khas SMPN 3 Denpasar ini sebagai inisiatif SMPN 3 Denpasar untuk memfasilitasi anak-anak pengungsi dalam mengakses pendidikan. Sebab bagaimana pun juga namanya anak-anak pasti merasa minder jika belajar di sekolah tanpa mengenakan seragam yang sesuai.

“Pakai baju yang beda, secara psikologi anak-anak akan merasa minder, akhirnya gak mau sekolah. Nah dengan dibagikan seragam ini, mudah-mudahan semangat mereka untuk belajar kian terpacu,” jelasnya.

Murdana menegaskan, anak-anak pengungsi yang bersekolah di SMPN 3 Denpasar sudah langsung mendapat materi pelajaran dan tidak ada pembedaan dalam proses belajar. Kurikulum yang digunakan juga sama yakni Kurikulum 2013.

Murdana memaparkan, dari 46 siswa pengungsi yang bersekolah di SMPN 3 Denpasar, 39 orang siswa berasal dari SMPN 2 Amlapura, SMPN 1 Amlapura tiga orang siswa, SMPN 2 Selat tiga orang siswa dan SMPN 1 Selat satu orang siswa. Mereka terdiri dari siswa kelas VII sebanyak 14 orang siswa, kelas VIII 17 orang siswa dan kelas IX 15 orang siswa. ‘’Kami sangat terbuka menerima siswa dari Karangasem yang mengungsi di Denpasar untuk belajar di SMPN 3 Denpasar,’’ katanya.

Selain memberi bantuan pakaian seragam sekolah, SMPN 3 Denpasar juga membuka kotak sosial untuk para pengungsi Gunung Agung. Ini sejalan dengan penguatan pendidikan karakter dan budi pekerti anak-anak di Spentri julukan beken SMPN 3 Denpasar. Sekaligus menumbuhkan konsep suputra dalam bentuk nyata yakni anak yang baik, berbakti dan suka membantu.

Siswa pengungsi I Gede Laksmana Payudi dan IA Utami Yogiswari Pidada yang berasal dari SMPN 2 Amlapura, mengaku senang karena bisa belajar kembali serta mendapatkan teman baru. ‘’Mudah-mudahan saya bisa lebih fokus belajar lagi di sini karena sekolah saya tidak bisa ditempati lagi sejak peningkatan status Gunung Agung menjadi level IV (awas). Jadi saya di sini saja dulu sampai bisa kembali ke rumah lagi,” ujar Payudi.

Perbekel Dangin Puri Kangin IGN Putrawan merasa terharu karena keluarga besar SMPN 3 Denpasar memiliki kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan spiritual yang tinggi.  Inilah yang dia sebut sebagai penanaman sikap mental positif.

Program nyata yang dilakukan SMPN 3 Denpasar ini, kata IGN Putrawan, menunjukkan betapa sadarnya mereka untuk memberi perhatian kepada anak-anak pengungsi. Sampai sekarang, kata IGN Putrawan, di wilayah Desa Dangin Puri Kangin yang dikenal dengan Desa Pendidikan ini terdapat 240 pengungsi secara mandiri. Mereka yang bertatus pelajar semua sudah tertampung bersekolah mulai dari TK sampai SMA/SMK. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :