BALIPORTALNEWS.COM – Keadaan darurat, seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, tersengat listrik, atau terkena tumpahan bahan kimia memang bisa terjadi kapan saja dan tidak terduga. Maka dari itu, setiap perusahaan wajib memiliki prosedur perencanaan tanggap darurat dan para karyawan harus diberi pelatihan simulasi saat keadaan darurat.

Sebagai bentuk nyata kepedulian dan jaminan keselamatan karyawan dan konsumen,  Astra Motor Bali menggelar  simulasi tanggap darurat penanganan bahaya di lingkungan kantor. Kegiatan yang dilaksanakan, Kamis (19/10/2017), di gedung Kantor Astra Motor Bali, jalan Cokroaminoto, Denpasar, yang diikuti seluruh karyawan dan konsumen.

Sebelum simulasi dimulai, para petugas yang telah ditunjuk dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi terkait struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab jika terjadi bahaya. Beberapa persiapan telah dilakukan mulai dari pengecekan tangga darurat, titik evakuasi, alarm dan hal-hal urgent yang harus diselamatkan.

Simulasi dimulai pukul 14.30 Wita, dengan ditandai bunyi alarm di seluruh ruangan, bersamaan dengan itu di lantai 2 terjadi percikan petasan, dan asap yang mengepul memenuhi ruangan. Petugas mengarahkan seluruh karyawan untuk bergegas turun sebelah kiri melalui tangga lantai 3, dan ada juga yang melalui tangga darurat menuju titik evakuasi di halaman parkir Astra Motor.

Aliran listrik pun dipadamkan petugas keamanan, serta dengan sigap mengeluarkan selang hydrant, mesin pompa dinyalakan  dan menyemprotkannya ke arah bangunan gedung. Seluruh karyawan dievakuasi, dan berkumpul di titik aman sembari menunggu informasi keadaan sudah aman.

Ketua panitia kegiatan, Tangguh Rinekso, yang juga selaku PIC Enviromental Health and Safety (EHS) Astra Motor Bali, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk membekali, serta meningkatkan pengetahuan dan pengalaman karyawan terkait upaya penanganan dan penanggulangan bahaya yang terjadi di kantor.

“Ini hanya simulasi saja, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh karyawan mengenal cara penanganan bahaya dan lebih siap jika nantinya terjadi bahaya di kantor,” kata Tangguh.

Kegiatan ditutup dengan review, dan evaluasi bersama seluruh petugas, serta karyawan yang terlibat dalam simulasi tersebut sebagai bahan acuan dan perbaikan bagi peningkatan kualitas penanganan kondisi tanggap darurat. (ngr/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :