BALIPORTALNEWS.COM – IKIP PGRI Bali sebagai LPTK swasta favorit di Bali, tetap mendapat kepercayaan masyarakat. Ini dibuktikan jumlah mahasiswa baru IKIP PGRI Bali tahun 2017 mencapai 505 orang. Ini menandakan minat generasi Bali menjadi guru masih tinggi.

Mereka mulai mengikuti Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) sejak Kamis (7/9) hingga Sabtu (9/9) besok. Ospek IKIP PGRI Bali dibuka Rektor Dr. Made Suarta, SH., M.Hum., bersama Ketua YPLP PT PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, SH., M.Pd., dan Sekretaris I Gusti Ngurah Oka, SH., ditandai dengan pelepasan balon merah putih dan diawali persembahyangan bersama.

Wakil Rektor (WR) III Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd., melaporkan, Ospek IKIP PGRI Bali diikuti 505 mahasiswa baru. Mereka berasal dari PIP, FPOK, FPIPS, FPBS dan FPMIPA. Ospek bertujuan mempersiapkan mahasiswa baru memasuki kehidupan kampus yang baru.

Selain diberi ceramah soal pendidikan karakter oleh Rektor IKIP PGRI Bali, sejarah dan perkembangan IKIP PGRI Bali oleh Ketua YPLP PT PGRI Bali, kegiatan akademik organisasi kemahasiswaan dan layananan mahasiswa dan keuangan. Ospek dijadikan titik tolak inisiasi pembinaan idialisme, menanamkan dan membina sikap cinta Tanah Air, kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, jujur, cerdas, peduli dan bertanggung jawab dan tangguh.

Dalam Ospek juga menghadirkan nara sumber dari BNN, Pangdam IX/Idayana, Kapolda Bali dan mahasiswa baru juga diajak bakti sosial. Ini bertujuan untuk mengenalkan arti pentingnya kesadaran berbangsa, bernegara, cinta Tanah Air, lingkungan dan masyarakat.

Rektor didampingi WR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., dan WR II Drs. I Dewa Putu Juwana, M.Pd., menegaskan Ospek IKIP PGRI Bali tahun ini menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai upaya memerangi radikalisme. Bahkan, kata Rektor, IKIP PGRI Bali sejak tahun 2013 sudah mengproklamirkan diri sebagai lembaga yang mengemban pendidikan karakter berbasis budaya.

Rektor menyebutkan, IKIP PGRI Bali adalah lembaga perguruan yang nasional sangat menjaga kemajemukan. Ini yang sebut indahnya kebersamaan di IKIP PGRI Bali. Dalam Ospek ini juga mendukung keprofesionalisme guru mengedepankan charakter building dan kewirausahaan atau enterpreneurship.

Ini dikatakan Rektor, IKIP PGRI Bali melahirkan guru hebat yang memiliki empat kecerdasan yakni cerdas spritual, cerdas emosional, cerdas akademis dan cerdas sosial. Dengan begitu IKIP PGRI Bali benar-benar melahirkan guru hebat dan profesional. Makanya saat membuka Ospek, Rektor juga mengajak mahasiswa baru memekikan yel-yel Hidup Guru, Hidup! Hidup PGRI, Hidup! Solidaritas, Yes!

Ketua YPLP PT PGRI Bali, IGB Arthanegara, tampak tersenyum melihat mahasiswa baru IKIP PGRI Bali. Semua prodi di IKIP PGRI Bali tetap ajeg dan diminati masyarakat. Dia bersyukur minat generasi muda dan lulusan SMA/SMK di Bali dan luar Bali untuk menjadi guru masih sangat tinggi. Ini menunjukkan IKIP PGRI Bali dikejar karena kualitasnya. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :