Dari Sastra Hingga Feminisme dan Politik di Ubud Writers & Readers Festival 2017

0
96

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang akan segera hadir dalam waktu lima minggu lagi, tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh para pencinta sastra dan penggemar seni. Mengusung tema ‘Origins’ atau ‘Asal Muasal’ dalam bahasa Indonesia, yang ditarik dari sebuah filosofi Hindu kuno mengenai sebuah lingkaran kehidupan, Sangkan Paraning Dumadi, jajaran Main Program di tahun ke-14 UWRF ini pun akan berisikan diskusi-diskusi mendalam mengenai tema tersebut, bersama nama-nama terbesar sastra dan seni di Indonesia dan negara-negara    lainnya.

Satu yang spesial di UWRF 2017 dan yang menjadi bukti bahwa UWRF adalah salah satu perayaan terbesar bukan hanya untuk sastra, tapi juga seni dan kreatifitas, adalah dengan hadirnya Pierre Coffin, sang Sutradara, Animator, dan Pengisi Suara di balik seri Despicable Me dan Minions yang sudah mendunia. Pria keturunan Indonesia-Perancis ini akan tampil di salah satu Main Program pada tanggal 29 Oktober untuk membawa kita ke balik layar karirnya di industri perfilman dunia.

Pada bulan Oktober mendatang, UWRF dengan bangga akan menghadirkan dua nama terbesar dunia sastra Indonesia, yaitu Nh. Dini dan Sutardji Calzoum Bachri. Di tanggal 26 Oktober, Nh. Dini, sang legenda hidup penulisan feminisme Indonesia, akan duduk bersama Leila S. Chudori untuk mengisahkan perjalanan hidup serta karirnya yang luar biasa. Sedangkan Sutardji Calzoum Bachri akan hadir di tanggal 27 Oktober bersama Debra Yatim untuk mengupas sajak-sajaknya dan permainan kata- kata yang penuh sihir, yang menjadikannya dijuluki ‘Presiden Penyair    Indonesia’.

Penulis dan Jurnalis kawakan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma akan hadir di sesi     The Last Taboo? yang akan mengkaji kelas sosial masyarakat yang masih menjadi   topik tabu di era Indonesia modern, bersama Paul McVeigh, Penulis pemenang penghargaan asal Irlandia. Beberapa Pegiat dan Advokat ternama seperti Marina Mahathir dan Robert Dessaix juga akan berdiskusi mengenai kepercayaan dan fundamentalisme di sesi A Question of Faith. Komedian tunggal Sakdiyah Ma’ruf, Desainer Niluh Djelantik, Penyair Joko Pinurbo, sosok pemerintahan I Gde Pitana,   dan Jurnalis kawakan Andreas Harsono akan duduk di dalam satu panel dan berbagi harapan untuk Republik Indonesia di sesi Tanah   Airku.

Mengedepankan isu-isu feminisme, akan hadir para Penulis dan Pegiat feminisme seperti Oka Rusmini dan Cokorda Sawitri untuk mengkaji peran wanita di antara masyarakat patriarki di sesi Breaking Boundaries. Panel Main Program China’s  Women akan menghadirkan Penulis terkenal dunia, Jung Chang dan Lijia Zhang,    yang akan mendiskusikan kehidupan wanita di tanah Tionghoa, tanah air kedua penulis tersebut. Sedangkan Marina Mahathir akan tampil di sesi diskusi one-on-one Telling It Straight bersama Jurnalis Michael Vatikiotis untuk menuturkan sepak terjangnya dalam memperjuangkan isu wanita dan kaum minoritas di  Malaysia.

Penulisan mengenai perjalanan atau travel writing akan dibahas di sesi Postcards from the Page bersama Trinity the Naked Traveler, Editor DestinAsian Indonesia Cristian Rahadiansyah, Brigid Delaney Penulis dan Jurnalis The Guardian Australia, dan Joanna Savill Penulis kuliner dunia, akan membahas penulisan perjalanan yang dapat mengilhami para pembacanya untuk berpetualang. Begitu juga dengan sesi Questions of Travel yang menghadirkan Penulis Nigel Barley dan Jan Mantjika, Brigid Delaney, dan Tom Owen Edmunds, Pelestari alam dan Fotografer asal Britania raya, akan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat kita sedang  berada dalam perjalanan.

Tidak ketinggalan tentunya UWRF akan menggelar diskusi-diskusi seputar sastra dan jurnalisme. Membahas mulai dari populernya penulisan puisi di kalangan anak muda di sesi Poetic Calling, cerita-cerita para Penulis dari bagian Timur Indonesia di sesi Eastern Winds of Change, hingga apa yang ada untuk masa depan para Penulis Indonesia di sesi The Next Chapter of Indonesian Literature. Di panel diskusi Half a Century of ASEAN, beberapa Penulis ternama Asia Tenggara seperti Intan Paramadhita dan Leila S. Chudori dari Indonesia, Jhoanna Lynn B. Cruz dari Filipina, Marc Nair dari Singapura, Bernice Chauly dari Malaysia akan membagikan perspektif mereka mengenai kehidupan sastra di Asia Tenggara.

UWRF adalah sebuah perayaan sastra dan seni berkelas dunia yang membawa 160 lebih figur-figur mengagumkan dari 30 negara di seluruh dunia yang akan tampil di  atas satu panggung. Dari tanggal 25-29 Oktober mereka akan berbagi kisah, ide, dan inspirasi dalam 72 sesi-sesi panel diskusi yang akan berlokasi di venue utama, yaitu Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKA Museum. Selain itu juga akan ada 100 lebih program lainnya seperti workshop, Special Event, pemutaran film, panggung musik, pembacaan puisi, program pengembangan karir di Emerging Voices, dan masih   banyak lagi. Kunjungi website Ubud Writers & Readers Festival di www.ubudwritersfestival.com untuk informasi lebih lanjut. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :