Wagub Sudikerta Ajak Umat Hindu Lakukan Yadnya Berdasar Sastra Agama

BALIPORTALNEWS.COM – GIANYAR – Pelaksanaan yadnya yang merupakan suatu persembahan yang dilakukan dengan tulus ikhlas hendaknya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan berdasar pada sastra agama umat Hindu yaitu Weda.

Dengan demikian pelaksanaan yadnya yang bertujuan untuk mencapai tujuan hidup manusia menurut konsep Hindu yakni Moksartham Jagathita  atau kebahagian sekala dan niskala akan dapat tercapai.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambrama wacananya saat menghadiri rangkaian  Karya Balik Sumpah, Melaspas, Pendem Pedagingan lan  Ngenteg Linggih Ring Pemerajan Agung Griya Agung Nila Seraya, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Kamis (27/7/2017).

“Yadnya haruslah dilandasi dengan rasa tulus iklas. Persembahan yang tulus iklas dan dilandasi hati yang bersih maka niscaya Tuhan akan menerima persembahan yang kita haturkan kepada beliau,” imbuhnya.

Lebih jauh Wagub Sudikerta yang didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana juga mengingatkan agar dalam pelaksanaan yadnya sarana yang dipergunakan hendaknya merupakan hasil dari isi bumi sendiri seperti buah-buahan lokal seperti salak, manggis, jambu dan buah lokal lainnya.

Persembahan dengan menggunakan buah lokal merupakan wujud terima kasih kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi atas segala berkah dan rahmat yang telah beliau  dilimpahkan.

Dalam acara yang turut dihadiri sejumlah Sulinggih dan masyarakat tersebut, Sudikerta juga menyampaikan apresiasinya atas semangat warga yang begitu luar biasa, bekerja bergotong-royong untuk dapat  melaksanakan upacara yadnya ini.

Ida Pandita Mpu Budha Putra Kanda Daksa Manuaba dari Griya Agung Chandra Giri Ghasana Manuaba Tampaksiring yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dari Wakil Gubernur Bali selaku wakil Pemerintah sebagai saksi pelaksanaan yadnya dan berharap kedepannya semangat beryadnya dan bergotong-royong dalam melaksanakan yadnya semakin terpupuk di dalam masyarakat.

Sementara itu Ketua Panitia Karya, Pasek Dek Agus Sudianta menyampaikan bahwasannya rangkaian karya telah mulai dilaksanakan dari tanggal 8 Juli 2017 dan pada tanggal 29 Juli mendatang akan dilaksanakan upacara pecaruan  Rsi  Gana.  Puncak upacara sendiri akan dilaksanakan bertepatan dengan  Budha Wage Kelawu tanggal 2 Agustus mendatang. (r/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :