Hasil PPDB SMP Negeri, Persaingan Ketat Terjadi di Dua Sekolah

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2017/2018 untuk jenjang pendidikan SMP negeri di Denpasar, baik jalur regular (Nilai Ujian Sekolah), jalur prestasi, siswa miskin, dan jalur bina lingkungan terzonasi diumumkan serentak, Sabtu (1/7/2017) ini. Persaingan terketat NUS terjadi di SMPN 1 dan SMPN 3 Denpasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Wayan Gunawan, didampingi Sekretaris Disdikpora Wayan Sukana; Ketua Panitia PPDB Wayan Supartha dan Sekretaris Made Merta, Jumat (30/6/2017) malam, mengatakan, total pendaftar pada jenjang SMP mencapai 10.000 calon siswa untuk 12 sekolah negeri. Sementara kursi yang disediakan hanya 3.800 untuk jalur reguler (NUS), prestasi/penghargaan, siswa dan bina lingkungan terzonasi.

Rincinya, siswa yang diterima jalur miskin sebanyak 456 siswa, jalur prestasi 760 siswa, jalur penghargaan 380 siswa dan jalur regular 1.824 siswa. Melihat jumlah peserta seleksi PPDB diband­­­­­­­­ingkan daya tampung, berarti ada 6.200 peserta yang gagal masuk ke sekolah negeri.

Dilihat dari interval NUS yang diterima tahun ini, SMPN 1 Denpasar mengalahkan sekolah negeri lainnya. Sekolah ini bersaing dengan SMPN 3 Denpasar yang keduanya termasuk sekolah eks RSBI. Menurut Wayan Gunawan, hal ini disebabkan pilihan peserta PPDB dengan nilai tinggi banyak memilih dua sekolah itu.

Di SMPN 1 Denpasar nilai yang terendah hingga tertinggi yang diterima 276.50 – 293.50. Artinya ranking nilai terendah dan tertinggi hanya selisih 17 poin. Interval nilai sekolah ini melebihi sekolah unggulan lainnya. Sementara di SMPN 3 Denpasar diterima 280.00 – 298.00.

Wayan Gunawan, menjelaskan, hasil PPDB itu diumumkan secara online lewat website http//denpasar.siap-ppdb.com. Selain itu, pengumuman juga ditempel di sekolah. Pendaftaran kembali untuk siswa yang diterima di SMP negeri mulai 3-7 Juli 2017 di sekolah masing-masing.

Wayan Gunawan menegaskan, sistem PPDB tahun ini benar-benar transparansi. Ini sangat menguntungkan sekolah swasta dan orangtua siswa. Bagi siswa yang NUS-nya tak memenuhi syarat minimal di sekolah negeri, mereka dengan cepat bisa mendaftarkan siswanya ke sekolah swasta. ‘’Masih banyak sekolah swasta dan PGRI unggulan yang gurunya dari negeri,” ujar Wayan Gunawan.

Wayan Gunawan menambahan, pola PPDB yang terbuka dan transparan ini juga diikuti dengan pemahaman orang tua siswa. Orangtua siswa diharapkan jangan memaksakan kehendak agar siswanya yang tak mampu dipaksa bisa masuk negeri. ”Ini berbahaya bagi perkembangan siswa,” tandasnya. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :