SMP PGRI 9 Denpasar Gelar Workshop Review K-13

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar diwakili Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., membuka secara resmi workshop review Kurikulum 2013 (K-13) dan penyusunan perangkat pembelajaran yang digelar SMP PGRI 9 Denpasar, Kamis (16/6/2017).

Acara dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Pembina Drs. Ketut Sukartha, M.Si.; Ketua Komite Made Tri Sadhu Arda, S.H., serta Korwas Dra. Nyoman Kartiniasih.

Ketua Panitia Workshop, Gusti Ngurah Agung Arya, S.Pd., mengatakan, materi yang di-review meliputi RPP dan kurikulum sekolah khususnya dalam dokumen evaluasi dan KKM. Agenda workshop yang diikuti 60 guru serta pegawai tersebut berlangsung hingga 19 Juni 2017.

Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha  mengapresiasi  SMP PGRI 9 Denpasar karena prestasinya semakin melejit. Makanya dia setuju workshop K-13 menyasar para guru sebagai kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu dia mengatakan wajib hukumnya SMP PGRI 9 terus berbuat dan berinovasi.

Di sisi lain SMP PGRI 9 Denpasar jangan terlena dengan prestasi yang ada. Masyarakat sudah menaruh kepercayaan kepada sekolah ini akibat pencitraan sekolah dan kerjakeras yang sudah dilakukan. Termasuk berkat model kepemimpinan kepala sekolah dan jajaranya serta berkat kerja teamwork.

Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. AA Ketut Sumitra, M.M., M.Si.,menyadari benar bahwa kunci utama PBM berkualitas ada di tangan guru. Guru SMP PGRI 9 Denpasar tak boleh anti perubahan, melainkan terus berkreasi dan berinovasi dalam mengajar. Dengan demikian siswa mendapat pelayanan berkualitas untuk menghasilkan mutu lulusan berkualitas.

Paradigma  baru cara mengajar guru ini dikatakan pengelingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) ini, sudah diterapkan sejak lama di SMP PGRI 9 Denpasar. Sebab kemajuan teknologi jauh lebih pesat dibandingkan kemampuan guru sehingga dituntut guru yang adaptif sepanjang zaman.

Sedangkan karyawan dan pegawai diikutsertakan karena mereka adalah bagian dan komponen penting dalam pelayanan PBM. Dengan demikian satu langkah menjadikan SMP PGRI 9 Denpasar sekolah berkualitas yang setara dengan sekolah kembarannya SMPN 10 Denpasar.

Dia mengaskan kurikulum sekolah terus diperkuat untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter dan berbudaya. Utamanya dalam mendidik disiplin siswa dan guru serta karyawan. Kemudian  menanamkan budaya mutu dan budaya malu kalau melanggar.

Makanya sekolah ini dikenal menerapkan disiplin secara ketat. Bukan saja disiplin siswa, juga guru dan kepala sekolah. Dengan demikian tercapai keseimbangan prestasi akademis dan non akademis. AA Ketut Sumitra didampingi Waka IGN Pada Parnawa, S.Pd, IGN Made Sudarmana, S.Pd, I Made Dana, S.Pd., dan Drs. Ketut Wenten Yatra mengakui kinerja guru sekarang tak boleh biasa-biasa saja tapi luar biasa. ‘’Ini juga memupuk kebersamaan,’’ ujarnya.

AA Ketut Sumitra mengatakan, penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017/2018 di SMP PGRI 9 Denpasar sudah dibuka mulai 12 Juni 2017. Pada PPDB tahun ini SMP PGRI 9 Denpasar di Jalan Jenderal Gatot Subroto VI/J, Denpasar Utara ini mencari siswa baru sesuai dengan jumlah yang dilepas sebanyak 200 siswa lebih. Pendaftaran akan ditutup ketika kuota siswa baru terpenuhi.

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, I Nengah Madiadnyana mengacungkan jempol atas penyelanggaran workshop review K-13 dan kurikulum SMP PGRI 9 Denpasar.  Ini menunjukkan SMP PGRI 9 Denpasar terus hidup dan bergeliat untuk pendidikan berkualitas.

Dengan padatnya program dan anggaran penguatan mutu guru, Madiadnyana mengatakan wajar sekolah ini diincar masyarakat. Programnya jelas, pelaksanaannya bisa dipertanggungjawabkan. (tis/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :