BALIPORTALNEWS.COM – Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar menggelar workshop Pelatihan Kepemimpinan dan Pengelolaan Sektor Kreatif, Senin (22/5/2017) di Hotel Inna Bali Denpasar. Insan kreatif hingga perwakilan sekaa teruna di Kota Denpasar terlibat dalam kegiatan ini yang juga tampak dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Mira Tayyiba.

“Bangun Monumen Maya atau membangun karakter jati diri berbasis pada upaya menjaga kebudayaan mulai dari usia dini, yang tak terlepas dari keberadaan sekaa teruna sebagai pioneer kreatif,’’ ujar Walikota I.B Rai Dhatmawijaya Mantra saat membuka workshop sekaligus sebagai keynote speaker.

Lebih lanjut dikatakan pengelolaan potensi kreatif diperlukan kepemimpinan kreatif dari birokrasi sebagai pengelola kebijakan, akademisi sebagai pemikiran kreatif, lembaga bisnis hingga pelaku kreatif baik pererongan maupun komunitas sebagai pelaku utamanya. Pertumbuhan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi kreatif dapat dikembangkan dari pemberian pelatihan teknis dan peningkatan kapasitas para pelaku. Melalui ekonomi kreatif, dengan membangkitkan partisipasi birokrat, akademisi, seniman, teknokrat, agamawan, pebisnis, buruh serta petani di dalam upaya mewujudkan “Monumen Maya”.

Menurut Walikota Rai Mantra langkah nyata yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar yakni mendeklarasikan diri sebagai Kota Kreatif, mendorong bertumbuhnya kantong kreatif (creative hub), membentuk Bkraf, mendirikan youth park, dan mendirikan Rumah Pintar. Disamping itu  menggalakan banjar sebagai creative hub hingga menjadikan aktivitas kreatif sebagai kegiatan inklusif dengan melibatkan kaum difabel untuk turut berkiprah dalam berbagai aktivitas kreatif.

Berbagai langkah diupayakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Bkraf Denpasar terutama merangsang tumbuhnya komunitas kreatif di seluruh wilayah Kota Denpasar dan menjaganya agar tetap hidup. Sehingga melalui workshop pelatihan kepemimpinan dan pengelolaan kreatif Rai Mantra mengharapkan dapat memperkuat komunitas-komunitas dan saling mendukung satu sama lain.

“Melalui workshop ini nantinya diharapkan pelaku kreatif serta sekaa teruna yang hadir dapat menjadi pioneer kreatif yang mampu menjadikan kreatifitas sebagai potensi ekonomi tanpa meninggalkan basis budaya unggulan dan menjadi penggerak kreatif di lingkungannya masing-masing”, ujar Rai Mantra.

Sementara Kepala Badan Kreatif Denpasar, I Gusti Putu Anindya Putra mengatakan workshop ini mengahadirkan mentor dalam dunia kreatif seperti Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI Mira Tayyiba, BCC, Kolaborasi dan Kemitraan Kreatif, Tita Larasati, Kelompok Ahli Pemkot Denpasar, Prof. Dr. Putu Rumawan Salain, Gde Bandem, serta Fajar Anugerah.

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 22-24 Mei 2017 melibatkan pelaku kreatif serta Sekaa Teruna sebagai working space. ‘’Keterlibatan sekaa teruna dan pelaku kreatif diharapkan mampu menjadi pioneer kreatif sekaligus membangun database pelaku kreatif yang dapat di update sendiri sehingga perkembangannya dapat di pantau,’’ ujarnya. (eka/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :