Dekranasda Denpasar Bawa Endek Jadi Trend Fashion

198

BALIPORTALNEWS.COM – Tenun ikat endek sebagai warisan budaya yang tak terlepas dari kehidupan adat dan budaya masyarakat Bali. Setiap kabupaten/kota di Provinsi Bali memiliki ciri khas kain tenun ikat yang kali ini terus mengalami perkembangan corak dan warna.

Begitu juga di Kota Denpasar dengan keberadaan kain tenun ikat endek dengan ciri khas corak dan warna terus mendapatkan pengembangan dari para perajin dibawah binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar.

Disamping itu dalam peningkatan daya saing lokal langkah penciptaan karya kreasi juga  dilakukan instansi terkait meliputi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Denpasar.

Perkembangan trand fashion saat ini juga menjadi sebuah langkah membawa endek untuk dapat terus dicintai khusunya kalangan generasi muda. Seperti pada Jumat malam (19/5/2017) keikuitsertaan dua desainer lokal Denpasar yakni Lusi Damai dan Dhevinta Tito di ajang Bali Fashion Trend Spring Summer 2018 bertempat di TS Suites Seminyak Kuta.

Ajang fashion ini menghadirkan para desainer-desainer fashion Nasional, serta tampak juga dihadiri Sekjen Dekranas pusat Euis Saedah, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmwijaya Mantra bersama Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara serta Ketua Dharmawanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara. Sekjen Dekranas Euis Saedah mengatakan keterlibatan Dekranasda dalam ajang ini tentu menjadi momen penting dalam pengembangan endek sebagai produk lokal Pulau Bali.

Seperti keterlibatan Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. I.A Selly yang memberikan ruang kepada para perajin serta desainer lokal untuk menunjukan potensi produk endek yang ada di Kota Denpasar.

Sementara Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dhjarmawijaya Mantra mengatakan ruang kreativitas ini diberikan kepada para desainer lokal serta perajin khususnya endek di Kota Denpasar. Hal ini tak terelepas dari tenun ikat endek Bali memiliki daya tarik tersendiri yang tak terlepas dari penggunaan tenun ikat oleh masyarakat Bali dalam upacara adat dan budaya hingga menjadi pakaian sehari-hari.

“Kami mendorong para desainer untuk dapat berinovasi mengangkat endek yang mampu menjadi pakaian sehari-hari serta dapat menjadi trend fashion saat ini,” ujar Ny. Selly.

Endek dikenal dengan penggunaannya sebagai pakaian kantor, sehingga dari perkembangan mode dan fashion endek juga mampu menjadi pakaian santai sehari-hari. Sehingga dalam ajang ini Dekranasda Denpasar melibatkan dua desainer Lusi Damai dan Dhevinta Tito masing-masing menampilkan 10 rancangan desain endek semi casual formal.

Seperti Endek Sekar Jepun yang ditampilkan dalam ajang ini sebagai satu-satunya manufaktur endek di Denpasar. Di inovasikan oleh Dhevinta Tito lewat kreasi yang terinspirasi dari kemolekan seekor ayam jago mampu menciptakan dress casual glamour yang sesuai untuk acara semi formal hingga formal serta mewakili keagungan dan tradisi. (pur/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :