BALIPORTALNEWS.COM – Banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Songan dan Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, merendam sejumlah rumah warga dan puluhan hektar lahan pertanian.

Lebih parah lagi, sejumlah pemukiman warga terancam tergerus longsor. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hal ini tak membuat Ketut Agus Santika berdiam diri. Bencana yang terjadi pada Rabu (8/2/2017) diperkirakan hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani sejak pukul 15.00 wita, mengakibatkan kiriman air dari dua sungai yakni Sungai  Melilit dan Sungai Ampah Anti ke wilayah Yeh Mampeh melimpah.

Akibatnya, volume air di Yeh Mampeh terus  naik hingga merendam pemukiman warga serta lahan pertanian seluas  25 hektar.

Agus (sapapan Ketust Agus Santika) langsung terjun ke Kintamani lokasi bencana bersama Rika Callebaut Sigit dan rombongan menempuh berjalanan jauh ke medan bencana dengan membawa bantuan yang digalangnya.

Tak hanya itu, pebisnis muda yang kerap mengkampanyekan gerakan anak muda untuk bertani, berternak dan berkebun kayu di Bali ini juga intens memantau perkembangannya.

Saat di pengungsian Agus dan Rika Ari Sigit berdialog serta membagikan makanan instan, baju anak-anak serta berbagai kelengkapan yang dibutuhkan pengungsi dewasa.

“Ya saudara kita sedang mendapat musibah, pastinya hati kita tergerak untuk meringankan beban mereka dengan segala kemampuan kita. Semoga mereka yang dipengungsian sabar dan kami akan terus membantu secara intens,” tutur Ketut Agus Santika kepada awak media.

Agus tidak berhenti sampai disini, dirinya berencana akan mengundang Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait dan Sekjend Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati untuk bersama-sama memantau secara langsung kondisi anak-anak yang menjadi korban banjir bandang di Kintamani termasuk melihat kondisi psikolog mereka.

“Saya berencana mengajak Pak Arist Merdeka Sirait dari Komnas Anak dan Kak Rita Pranawati selaku Sekjen KPAI untuk melihat anak-anak di Kintamani”, imbuhnya.

Sebelumnya bencana banjir bandang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat termasuk Kementrian Sosial RI telah terjun dan membantu korban. Semoga para korban diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian bencana banjir bandang di Kintamani. (znd/bpn)