BALIPORTALNEWS.COM – Setelah menetaskan EP “Diam, Dengar, Rasakan” pada September 2014 lalu, Remember The Rain (RTR) band rock alternative-Bali kembali berkarya. Momentum ini ditandai dengan lahirnya satu single mereka berjudul Used To Be yang dirilis tanggal 1 Februari kemarin. Rencana awal single ini dirilis bulan Januari 2017, namun karena banyak kendala, akhirnya memutuskan untuk merilisnya awal bulan Februari. Kendati demikian kehadiran single ini merupakan hal penting di awal tahun 2017 ini sebagai pemicu karya-karya berikutnya.

Single ini bisa dikatakan bukan garapan sekali jadi, sebab ia telah mengalami banyak tempaan, percobaan dan eksperimen dari tahun 2014 hingga 2017. Bahkan lagu inilah yang membawa RTR lolos seleksi dalam Soundrenaline 2015 dan berkesempatan manggung di perhelatan musik akbar tersebut.

Dedy gitaris RTR menguraikan Used To Be saat itu masih “remaja”, ia hadir karena tenggat deadline panitia, jadi penggarapannya pun tidak terlalu detail. Namun setelah itu Used To Be mendapat pelbagai sentuhan hingga bermetaformosis menjadi lagu yang “dewasa”, tidak cengeng dan bukan lagu kebanyakan yang meniru selera pasar.

Baginya kehadiran Used To Be  sebagai letupan kecil untuk menghasilkan letupan yang lebih besar. Letupan besarnya tentu album perdana yang tengah di kerjakan RTR saat ini, rencananya akan dirampungkan pada pertengahan tahun ini.

“Used To Be merupakan  batu loncatan, atau pemanasan bagi Remember The Rain untuk bersiap-siap dalam pembuatan album terayar yang akan kita rilis pertengahan tahun ini (2017)” ucap Dedy bersemangat.

Berdurasi 3,4 menit, Used To Be mengisahkan tentang seorang lelaki yang berada diambang perpisahan dengan kekasihnya, dikarenakan orang ketiga yang hadir mencuri perhatian sang perempuan. Walau terkesan klise, Used To Be mampu dikemas menjadi kisah cinta yang matang melalui lirik  sederhana dan dibalut oleh racikan musik yang sedikit banyaknya dipengaruhi oleh rasa Straightener, Incubus, Radiohead, Coldplay bertipikal musik indie rock.

Bakal lirik lagu ini di tulis oleh Ade sang vokalis tahun 2014 silam. Ia menjelaskan lirik lagu yang ia tuliskan biasanya berasal dari pengalaman pribadi, sebab hal yang paling dekat dengan dirinya selalu menjadi inspirasi. Dengan begitu ia mampu menulisnya dengan apa adanya  tanpa mengada-ngada atau mereka-reka adegan. Itulah yang terjadi pada Used To Be, menggunakan lirik bahasa Inggris anda akan merasakan sebongkah kemarahan, secuil kesenangan, segenggam kesedihan, seyakin perjuangan dan akhirnya selepas keikhlasan yang tidak diselimuti dengan kata bersayap ala sang pujangga namun kejujuran perasaan apa adanya.

“Ini kisah pribadi saya, karya ini saya buat bukan untuk mengenang, ataupun mengikhlaskan melainkan untuk menjadi jujur kepada diri sendiri, termasuk saat mengalami hal terburuk dan menyakitkan seperti itu” ujarnya.

RTR berharap single ini dapat menemukan pendengarnya dengan baik, juga sebagai varian bentuk musik yang berbeda dalam rangka meramaikan kancah industri musik di Bali ataupun di luar Bali. Untuk itu bagi pembaca yang ingin menikmati Used To Be silahkan berkunjung ke akun Soundcloud.com/remembertherain.

Remember The Rain merupakan band yang terbentuk pada penghujung tahun 2013. Di gawangi Ade Perdana W di Vokal, Komang Dedy Kurniawan Gitar dan Putu Dita Indra Pratama Kader penabuh drum, dengan kecintaan musik dan pengalaman bermusik yang bervariasi RTR hadir dengan template musik yang tidak mengikuti selera pasar arus utama. Dedy (gitar) dan Didit (drum) pernah bermain bersama di Artmosptphere namun akhirnya kandas, sementara Ade (vok) juga pernah memperkuat Cap Kera.

Nama Remember The Rain di cetus oleh Dedy kemudian di sepakati  oleh kedua personel lainnya dengan alasan yang cukup puitis. Karena mereka suka hujan dengan aroma patrichornya,  denting hujan yang bersahutan menyentuh genting, dan hujan memberikan waktu untuk merenung lebih dalam, membawa  penikmatnya terlena dalam-dalam.

 “Kami ingin  pendengar RTR merasa nyaman saat mendengar lagu kami, sama seperti denting hujan yang menenangkan itu,” kelakarnya sembari tertawa. (r/bpn)