BALIPORTALNEWS.COM – Salah satu informasi penting yang perlu diketahui jelang Ujian Nasional (UN) adalah jumlah paket soal. Ternyata dalam POS UN 2017 tidak diatur dan dijelaskan berapa paket soal yang digunakan dalam UN tahun ini.

‘’Tahun ini, kita (BSNP) tidak mem-publish jumlah paket soal. Berbeda dengan tahun lalu, jumlah paket soal tercantum dalam POS. Tapi yang jelasnya soalnya berbeda,’’ tegas anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Nanang Arif Guntoro, saat sosialisasi UN tahun pelajaran 2016/2017 di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Jumat (17/2/2017).

Nanang menuturkan, dalam POS UN tersebut memang tidak secara eksplisit menyebutkan jumlah paket soal yang akan digunakan. Namun, ia memastikan soal UN pasti berbeda yang nanti diterima setiap siswa. ‘’Yang penting bagi para siswa bukanlah memikirkan berapa jumlah paket soalnya, melainkan belajar agar bisa mengerjakan soal-soal UN sehingga lulus dengan nilai maksimal. Meskipun hanya satu paket soal, kalau tidak belajar juga percuma, kecuali menggunakan jalan pintas yang tentunya tidak dibenarkan,’’ tegasnya.

Nanang menegaskan, Kemendikbud telah mengeluarkan pernyataan secara resmi bahwa UN kini tidak lagi menjadi penentu kelulusan seorang murid. Kelulusan akan sepenuhnya ditentukan oleh sekolah.

Pertimbangannya tidak hanya didasarkan pada beberapa mata pelajaran, tetapi juga perilaku siswa. Hal ini dinilai dapat mengembangkn budi pekerti para murid. Meski begitu, UN masih akan menjadi salah satu dari beberapa indikator kelulusan.

“Jadi, para siswa tidak boleh meyepelekan UN,’’ pintanya.

Nanang menjelaskan, kriteria pencapain kompetensi lulusan berdasarkan hasil UN dilaporkan dalam rentan nilai 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus), dengan tingkat pencapaian kompetensi lulusan dibagi dalam empat kategori. Meliputi, sangat baik, jika nilai lebih dari 85 dan kurang dari atau sama dengan 100. Baik, jika nilai lebih dari 70 dan kurang dari atau sama dengan 85. Cukup, jika nilai lebih dari 55 dan kurang dari atau sama dengan 70. Kurang, jika nilai kurang dari atau sama dengan 55.

Sementara nilai kompetensi keahlian kejuruan adalah gabungan antara nilai ujian praktik keahlian kejuruan dan nilai ujian teori kejuruan dengan pembobotan 70 persen untuk nilai ujian praktik keahlian dan 30 persen untuk nilai ujian teori keahlian kejuruan. Sedangkan kriteria kelulusan kompetensi keahlian kejuruan ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMK/MAK.

Sementara Kadisdik Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, menjelaskan, jumlah peserta UN SMA/MA, SMALB dan SMK tahun ini di Bali sebanyak 54.933. Rinciannya, peserta UN SMA sebanyak 26.710 siswa, 1.113 siswa MA, 31 siswa SMALB dan 27.079 siswa SMK. (pra/bpn)

Keterangan Foto : SOSIALISASI – anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nanang Arif Guntoro, saat sosialisasi UN tahun pelajaran 2016/2017 di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Jumat (17/2/2017).