Pemimpin Yang Baik Harus Mengetahui Situasi dan Kondisi

BALIPORTALNEWS.COM – Spiritual merupakan kontrol pertama dan utama menjadi seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan teladan, selalu mengusahakan kesejahteraan rakyat (sukanikang rat), dan menghindari kesenangan pribadi (agawe sukaning awak).

Hal ini disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar  Mempersiapkan Pemuda Hindu Menjadi Pemimpin Masa Depan Yang Cerdas dan Unggul diselenggarakan oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Denpasar, Sabtu (17/12/2016) di Kampus IHDN Denpasar.

Dalam kesempatan itu Rai Mantra juga mengatakan, pemimpin memiliki tujuan untuk menciptakan jaggadhita yang hakiki bagi seluruh lapisan masyarakat yang berlandaskan pada hakikat dharma. Kepemimpinan itu harus dilatih melalui organisasi. Menjadi seorang pemimpin juga harus bisa mengetahui situasi dan kondisi yang ada sesuai dengan ajaran Tri Semaya yaitu memahami masa yang lampau (Atita)masa sekarang (Wartamana) dan  mengetahui masa yang akan datang (Nagatha).

Ini tidak boleh dilupakan dan tidak boleh dipelajari, karena untuk meniti masa depan harus mengetahui masa lampau atau sebelumnya. ‘’Dengan diselenggarakan seminar ini dapat memberikan pemahaman kepada generasi mudah Hindu untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana,’’ ujarnya.

Tidak hanya itu Rai Mantra juga mengatakan, menjadi seorang pemimpin yang hebat dalam ajaran Dandaniti Dharma, memerlukan seorang pemimpin yang disebut sebagai rajarsi yang secara sederhana dapat disebutkan sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana. Serta Mengabdikan diri kepada masyarakat dengan niat sungguh-sungguh mensejahterakan masyarakat dan lain sebagainya.

Dalam Kautilya Arthasastra kepemimpinan juga sudah dijelaskan pula bahwa apa yang menjadikan seorang pemimpin senang bukanlah kesejahteraan diri sendiri, tetapi apa yang membuat rakyat sejahtera itulah kesenangan seorang pemimpin. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa pemimpin memiliki tujuan untuk menciptakan jaggadhita yang hakiki bagi seluruh lapisan masyarakat yang berlandaskan pada hakikat dharma.

Sementara itu Presidium Pimpinan Pusat KMHDI Putu Wirayasa mengatakan, KMHDI saat ini berumur 23 tahun. KMHDI semenjak didirikan selalu komitmen didalam menjaga persatuan Kesatuan Mahasiswa Hindu. Hal ini terbukti KMHDI sudah tersebar di 21 Provinsi se Indonesia dan memiliki pimpinan daerah dan pimpinan cabang.KMHDI memiliki visi sebagai wadah mempersatu dan alat pendidikan.

‘’Kita anggota KMHDI selalu optimis untuk membentuk kaderisasi atau memberikan suatu pemahaman kepada generasi pemuda Hindu khususnya mahasiswa,’’ ungkapnya.

Semua itu dilakukan untuk memberikan kesempatan generasi muda Hindu dalam mempersiapkan dirinya untuk mengisi  posisi strategis dalam masyarakat mampu pemerintahan.

“Suatu hal yang membahagiakan karena KMHDI selalu didukung oleh Pemerintah maupun lembaga lain setiap menyelenggarakan kegiatan untuk itu kami ucapkan terimakasih,’’ ujarnya.

Ketua Panitia Ni Luh Sri Kusumadewi menambahkan, seminar ini di selenggarakan dalam rangka Sabha ke X. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan generasi muda Hindu.  

Serta untuk Mempersiapkan Pemuda Hindu Menjadi Pemimpin Masa Depan Yang Cerdas dan Unggul. Untuk memberikan semangat kepada peserta pihaknya mengundang Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Darmawan dan Ketua PHDI Bali  sebagai narasumber. (ayu/humasdps/bpn)