BALIPORTALNEWS.COMTim Evaluasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI melaksanakan verifikasi evaluasi terhadap pelaksanaan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) di Kabupaten Badung, Kamis (3/11/2016) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Evaluasi ini dilakukan karena Badung masuk nominasi untuk meraih kembali “Anugerah Parahita Eka Praya Tingkat Utama”.

Tim Pusat diterima langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Wakil Ketua TP PKK Badung Ny. Kristiani Suiasa beserta organisasi wanita di Badung.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyampaikan, Pemkab. Badung telah melaksanakan program inovatif yang berpihak pada perempuan dan anak. Program kesetaraan gender, serta pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak telah dimasukkan dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021.

Untuk pemberdayaan perempuan, Pemkab Badung akan betul-betul melaksanakan program pengarusutamaan gender. Mulai 2017 akan dilaksanakan pelatihan-pelatihan kepada kaum perempuan termasuk kelompok wanita yang bertujuan meningkatkan ekonomi produktif.

“Kelompok Wanita Tani di badung kita akan jadikan role model. Seperti pengerajin tenun, endek, kita akan berikan modal. Ketika kebutuhan berkaitan dengan kain bagi siswa maupun pegawai di Badung kita beli langsung di kelompok tersebut,” jelasnya.

Dibidang kesehatan, diwujudkan dengan pengadaan ambulance untuk 62 desa/kelurahan di Badung, juga mobil layanan deteksi dini kanker payudara untuk melindungi perempuan dari penyakit kanker.

Pemkab Badung juga telah melaksanakan vaksinasi kanker serviks secara gratis, diberikan kepada pegawai dilingkungan Pemkab Badung serta siswi SMA/SMK dan SMP.

Kaitannya dengan perlindungan anak juga menjadi skala prioritas dari Pemkab Badung. Kedepan disetiap desa dengan smart desa (desa pintar) ini akan ada ruangan khusus untuk ruang bermain anak dan ruang ASI. Untuk proteksi terhadap anak, khusus dibidang pendidikan, dilakukan pengadaan laptop untuk SD kelas 6 di bulan Desember 2016.

Dan di tahun 2017 ditambah untuk SD kelas 5 sebanyak. Selain itu untuk SD kelas 1 dan SMP kelas 1 akan diberikan seragam lengkap dan ditegaskan tidak ada lagi pungutan dibidang pendidikan.

Dibidang administrasi kependudukan, kerjasama RSUD Mangusada Badung dengan Disdukcapil, Pemerintah menerbitkan akta kelahiran secara langsung bagi anak yang lahir di RSUD Mangusada. Bupati Giri mengharapkan juga peranan dunia usaha dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kami juga harapkan keterlibatan langsung dunia usaha dalam upaya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Badung,” jelasnya.

Kepala Bappeda Litbang I Wayan Suambara memaparkan tentang program kebijakan pembangunan PP dan PA di Badung. Disebutkan bahwa anggaran untuk responsip gender dari tahun ketahun meningkat. Tahun 2016 mencapai 1,4 Trilyun dari APBD sebesar 4,6 T.

Dijelaskan bahwa, Pemkab Badung amat fokus terhadap perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Melalui Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Telepon Sahabat Anak (Tesa) dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, pendampingan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.

Program lainnya diberikan pendidikan pencegahan bahaya kebakaran bagi anak-anak usia dini dan TK serta pengenalan bahaya kebakaran bagi anak-anak sekolah.

Sementara Ketua Tim Evaluasi Kementerian PPPA Setyawati menyampaikan, program dan kebijakan Badung terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sangat luar biasa. Diharapkan kedepan Badung akan menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain di nasional maupun internasional.

Dijelaskan, pelaksanaan evaluasi Pembangunan PPPA di Badung ini bertujuan melihat secara langsung di lapangan pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang telah dilaksanakan Pemkab Badung.

“Kehadiran kami  guna melihat sejauh mana program kebijakan pemkab Badung, karena Badung telah nominasi peraih penghargaan anugerah Parahita Eka Praya tingkat Utama dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Setyawati juga menyampaikan beberapa catatan penting yang harus dilakukan kedepan. Seperti, disetiap SKPD, perempuan dan anak harus diutamakan.

“Toilet untuk perempuan harus ada termasuk tempat bermain untuk anak,” tambahnya.

Penting juga adanya tempat penitipan anak termasuk untuk ibu menyusui harus ada ruang ASI disetiap fasilitas umum baik publik maupun swasta.

Tim juga mengapresiasi Badung karena sudah melaksanakan program dari Ibu Negara yakni kanker serviks dan program go to school bagi anak belajar pemadam kebakaran. (hms badung/bpn)

Keterangan Foto : Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup. I Ketut Suiasa foto bersama dengan Tim Evaluasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI seusai melaksanakan verifikasi evaluasi di Puspem Badung, Kamis (3/11/2016).