Wagub Sudikerta Harapkan Pembenahan SDM Guna Jaga Kualitas Wisata Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Sektor Pariwisata merupakan sektor andalan bagi perekonomian Bali dan secara nasional Bali merupakan barometer bagi kemajuan pariwisata Indonesia.

Untuk itu, Bali harus bisa menjaga dan terus melakukan pembenahan terhadap faktor-faktor pendukung sektor tersebut agar tetap bisa menjaga kualitas pariwisata sehingga tetap bisa menarik minat para wisatawan.

Salah satu faktor pendukung pariwisata yang harus terus mendapat pembenahan yakni Sumber Daya Manusia (SDM), yang dapat dilakukan melalui pelatihan kerja dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

Demikian harapan yang disampaikan Wagub Ketut Sudikerta saat menghadiri acara wisuda mahasiswa Sekolah Perhotelan Internasional (SPI) Angkatan XVI di Agung Bali Room, Ina Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar (20/9/2016).

“Bali terkenal dengan destinasi pariwisatanya, tapi kalau tidak ada pembenahan apa kita akan bisa bertahan, apa lagi seperti yang kita ketahui Indonesia akan membangun 10 destinasi wisata baru. Ini perlu kita pikirkan bersama, kita harus terus melakukan pembenahan sektor pariwisata kita utamanya SDM pelaku pariwisata agar dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga terus dapat menarik para wisatawan,” cetus Sudikerta.

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menjelaskan kondisi tersebut tentunya sangat membutuhkan tenaga kerja bidang pariwisata yang handal dan profesional serta memiliki kualifikasi standar pariwisata.

Disinilah peran dunia pendidikan menurutnya semakin dituntut perannya, melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam  menyiapkan calon tenaga kerja yang terampil dan kompeten dengan memberikan program pelatihan berbasis kompetensi.

Di luar itu, pemerintah pun menurutnya sudah melaksanakan program-program dalam usahanya mencetak SDM yang mumpuni seperti pendirian SMA/SMK Bali Mandara dan beasiswa miskin bagi anak-anak kurang mampu guna memberikan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Tidak hanya faktor SDM, Sudikerta juga menyoroti pentingnya pembenahan daerah-daerah tujuan wisata. Namun bicara pembenahan, tidak hanya bisa sekedar dilaksanakan lewat program tanpa adanya faktor dana yang memadai.

Bali yang memberikan sumbangan penghasilan bagi negara sekitar Rp 49 triliun, hanya mendapatkan dana perimbangan sekitar Rp 1,1 triliun. Oleh karena itu, menurutnya Pemprov saat ini sedang memperjuangkan revisi UU dana perimbangan tersebut ke pusat, sehingga nantinya kalau disetujui akan dapat menambah dana perimbangan yang diperoleh yang bisa dimanfaatkan membangun pariwisata Bali.

Disisi lain, Direktur SPI Hadi Suyatno menyatakan mahasiswa yang sudah diwisuda tidak hanya dinilai dari kelulusan akademiknya saja tetapi juga di mata masyarakat terutama agar bisa mengamalkan dan mengabdikan ilmu yang sudah diperoleh.

Lebih jauh, ia berharap para wisudawan memiliki pikiran dan gagasan yang jauh ke depan untuk mencari pekerjaan dalam mendukung penghidupan keluarga. Ia pun menjelaskan sekolah yang dipimpinnya memiliki metode proses belajar yang inovatif dan kreatif, dan dipandu instruktur ahli yang berpengalaman bekerja di kapal pesiar.

Kelebihan yang lain yakni telah memiliki sertifikasi, serta untuk menyalurkan anak didiknya untuk langsung bekerja setelah diwisuda sekolah tersebut telah bekerjasama dengan star cruise untuk perekrutan tenaga kerja kapal pesiar. Selama ini, dari tahun 2007 sudah hampir 885 orang anak didiknya yang direkrut untuk bekerja di kapal pesiar.

Ditambahkan Ketua Panitia, I Gusti Putu Budi Arta bahwa wisuda SPI ke 5 angkatan XVI ini diikuti oleh 103 lulusan. Namun dari jumlah tersebut, wisuda hanya bisa dihadir oleh 101 orang, karena satu orang lulusan sudah diterima bekerja di kapal pesiar dan satunya lagi sedang mengikuti magang di Singapura.

Lulusan yang diwisuda tahun ini masing-masing dari program Food and Beverage Service sejumlah 27 orang, Food and Beverage Production sejumlah 35 orang, House Keeping sejumlah 22 orang, serta  17 orang dari jurusan Bartender.

Wisuda mahasiswa SPI Angkatan XVI ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Sekolah Perhotelan Internasional Nomor : 015/SPI/SKKM/IX/2016, yang dibacakan oleh Ngurah Pramana Adhyaksa. Acara turut diisi dengan pembacaan dan penyerahan bingkisan lulusan terbaik/mahasiswa berprestasi di masing-masing jurusan, serta ditambah kategori baru yakni The Best Trainee.

Dan juga pembacaan Penghargaan bagi wisudawan yang sudah lulus program on the job training serta wisudawan yang lulus program kapal pesiar yang akan langsung bekerja.

Sementara itu, wisudawan peraih kategori The Best Trainee, Florencia, saat menyampaikan kesan dan pesan menyatakan wisuda sebagai tanda kelulusan dan legalitas telah menyelesaikan pendidikan. SPI dengan motto “Memberikan Bukti Bukan Janji” telah memperlihatkan keberhasilannya dalam berbagai bentuk kegiatan diantaranya telah berhasil meluluskan magang beberapa mahasiswa di Singapura, bekerja di Kapal Pesiar, maupun bekerja di hotel-hotel ternama.

“Bagi Anda yang ingin sekolah yang bisa membuat kita magang di Singapura, atau bekerja di kapal pesiar, SPI pilihannya,” cetus Florencia. (r/humas pemprov bali/bpn)