BALIPORTALNEWS.COM – Pemkab Gianyar melalui Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah (KPAD) Gianyar menggelar Workshop Perpustakaan. Workshop Perpustakaan dibuka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Gianyar, Cokorda Gde Agusnawa berlangsung di ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Selasa (23/8/2016). 

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Gianyar, Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, membatasi orang mencari informasi secara cepat lewat internet jelas tidak mungkin. Karena itu memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat dizaman sekarang.

Namun untuk membiasakan kembali masyarakat membaca buku tentu memerlukan upaya dan kerja keras. Salah satunya adalah dengan membangkitkan kembali citra perpustakaan seperti beberapa tahun yang lalu.

Perpustakaan harus dikelola secara professional dan wajib berpedoman pada standar nasional perpustakaan. Standar itu meliputi, standar koleksi buku, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga kerjanya maupun standar penyelenggaraan dan pengelolaan keuangan.

‘’Jadi menggelorakan budaya membaca tidak hanya sebatas slogan saja, namun harus dibarengi dengan peningkatan SDM, maupun sarana dan prasarana penunjangnya,” tujar Cok Agusnawa.

Kepala KPAD Kabupaten Gianyar, Hery Nurhanchoko mengatakan, saat ini di Kabupaten Gianyar memiliki 449 unit perpustakaan. Dari jumlah tersebut yang terbanyak yakni perpustakaan SD sebanyak 292 unit, perpustakaan SMP 48 unit, perpustakaan SMA/SMK 29 unit, perpustakaan desa 70 unit.

Selain itu juga masing-masing 1 unit perpustakaan di LP Gianyar, DPRD Kabupaten  Gianyar, Denzipur, di Istanan Kepresidenan Tampaksiring dan Perpustakaan Daerah. Sedangkan untuk perpustakaan keliling sudah tersedia 3 unit.

Dikatakan  dari 449 unit perpustakan tersebut, memiliki koleksi buku kurang lebih sebanyak 685.429 judul dengan jumlah kinjungan mencapai 313.066 orang per bulannya.

Hery Nurhancoko menambahkan, untuk meningkatkan animo masyarakat untuk datang  keperpustakaan dan membaca buku inilah  SDM para pengelola ini perlu ditingkatkan agar ke depan  masing-masing perpustakaan dikelola dengan standar nasional perpustakaan.

Workshop diikuti 80 orang peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan SD,SMP,SMA/SMK, pengelola perpustakaan desa/kelurahan dan pengelola perpustakaan Istana Kepresidenan Tampaksiring.  Materi yang diberikan meliputi pengelolaan perpustakaan berbasis IT dengan menggunakan perangkat komputer dan program bantuan. (agy/bpn)