BALIPORTALNEWS.COM – Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peningkatan mutu pendidik. Lebih dari itu, untuk mendorong peserta didik agar mampu lebih baik dalam melakukan pengamatan, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengomunikasikan apa yang diperoleh dalam pembelajaran.

‘’Pengembangan Kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara terintegrasi,’’ tegas Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., saat membuka workshop review Kurikulum 2013 SMA/SMK mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, di SMAN 4 Denpasar, Senin (29/8/2016).

Agenda workshop yang diselenggarakan Disdikpora Kota Denpasar ini berlangsung lima hari mulai 29 Agustus 2016 s/d 2 September 2016. Workshop diikuti 100 guru terdiri dari 50 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 50 guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMA/SMK negeri/swasta se-Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan Supartha,  guru adalah sosok primadona dan strategis. Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Makanya, ia mengharapkan guru mampu mempersiapkan diri secara kompetitif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Supartha berharap, Kurikulum 2013 yang sudah berjalan empat tahun di Kota Denpasar, tidak lagi disambut dengan sikap apriori dan pesimis para guru untuk menggunakan kurikulum tersebut. Disdikpora Kota Denpasar, kata Supartha, terus melakukan evaluasi dan pembenahan, serta pemantapan impelementasi Kurikulum 2013.

Supartha berharap, dengan review kurikulum ini terjadi perubahan pola pikir (mindset) dan kemampuan peserta dalam proses pembelajaran di kelas. Dimulai dari persiapan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar.

Supartha didampingi Kasi Kurikulum Bidang Dikmen, Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., menambahkan, hasil akhir dari workshop review Kurikulum 2013 ini para guru mampu lebih rasional dalam implementasi Kurikulum 2013, SKL,KL, KD dan indikator pencapaian kompetensi dalam perencanaan pembelajaran.

Selain itu mampu dalam penyusunan program tahunan dan program semesteran,penerapan pendekatan saintifik dan auntentik dalam pemebelajaran,penyusunan RPP dan pelaporan hasil belajar. Hasil akhir dari program pembalajaran, dijelaskan Supartha, adalah peningkatan dan kesimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skill) dan manusia yang memiliki kecakapan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skill) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi, sikap pengetahuan dan keterampilan.

Agenda workshop menghadirkan pembicara Drs. Made Suastana, M.Pd., fasilitator dari Widyaiswara LPMP Provinsi Bali serta instruktur nasional dari guru SMA dan SMK Kota Denpasar. (tis/bpn)