Disdikpora Denpasar Belajar ke DKI Jakarta

BALIPORTALNEWS.COM – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rabu (10/8/2016). Dalam kegiatan studi banding ini, Disdikpora Kota Denpasar belajar mengenai sistem informasi pelayanan data pendidikan.

Ketua rombongan Drs. Made Merta, M.Si., yang juga Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar diterima Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Sopan Adrianto, didamping Kepala UPT Pusat Data Statistik Informasi Pendidikan (PDSIP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kadarwati dan pejabat instansi terkait.

Made Merta mengatakan, kehadiran rombongan Disdikpora Kota Denpasar bertujuan untuk mendapat informasi tambahan terkait rencana pembuatan pelayanan data pendidikan terpusat berbasis website, mulai dari jenjang pendidikan PAUD hingga SMA/SMK. Yang ada sekarang, kata Merta, data pendidikan masih terbagi di masing-masing bidang.

Ke depan dirancang akan dibangun data pendidikan terpusat, mencakup seluruh data mulai dari data siswa, guru, pegawai, infrastuktur atau sarana prasarana dan lainnya berbasis IT. Setiap tahun data tersebut akan terus diperbaharui, sehingga sinkron dengan data pokok pendidikan atau dapodik.

‘’Beberapa persamaan program Disdikpora Kota Denpasar dengan Disdik DKI Jakarta dalam merespon cepat pelayanan kepada masyarakat lewat program ‘’smart city’’,’’ ujar Merta, Minggu (14/8/2016).

Sambung dia, hal ini pula tidak terlepas dari kesamaan permasalahan dalam data pendidikan antara Kota Denpasar dengan DKI Jakarta, terkait dengan peta dan profil sekolah, rekap sekolah, guru dan siswa, data tenaga pendidik (PNS, DPK, guru honor, tugas tambahan dll) dan tenaga kependidikan. Selain itu, terkait pula data sarana prasarana, data ujian sekolah dan data masa berlaku ijin operasional sekolah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Sopan Adrianto mengucapkan terimakasih yang telah memilih Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai tempat studi banding dengan belajar bersama saling bertukar informasi di UPT PDSIP Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sopan mengatakan, pusat data dan sistem informasi pendidikan DKI Jakarta ini dilatar belakangi akan ketersediaan dan kelengkapan data serta informasi untuk pengambilan keputusan dalam pelayanan publik, serta mendukung kelancaran dan peningkatan kualitas pendayagunaan pendidikan. Pusat data dan sistem informasi pendidikan DKI Jakarta ini juga ditetapkan dengan Peraturan Gubernur No. 174 Tahun 2014.

Sopan menambahkan, pendataan yang sudah dilakukan di antaranya pendataan guru bantu, pendataan guru honorer, pendataan tenaga administrasi honorer, pendataan peserta didik, pendataan guru PNS, data sekolah rawan banjir dan akreditasi sekolah. Menurut dia, data pendidikan ini memiliki kelebihan dimana pendataan lebih lengkap dari pendataan Dapodik dan website pendataan dikelola oleh Dinas Pendidikan. ‘’Dengan terintegrasinya data dapodik ke datadik diperoleh satu data dengan validasi yang sama,’’ jelasnya.

 

Penulis : Putu Tistha
Editor: Putu Tistha