BALI PORTAL NEWSRangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Teknologi Nasional (Teknas) Denpasar resmi ditutup, Rabu (13/7/2016). Mengakhiri kegiatan MPLS siswa baru melakukan bakti sosial dengan menyantuni anak yatim piatu di Panti Asuhan (PA) Tat Twam Asi Denpasar di Renon.

Sumbangan bakti sosial berupa berupa mie instan, beras, gula dan uang tunai dikumpulkan dari siswa baru. Sumbangan itu diserahkan Kepala SMK Teknologi Nasional Denpasar I Made Mudarta, S.E., M.M., didampingi Waka Sarana Prasarana, Made Peri Ardiasa, ST.; Waka Kurikulum, Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd.; Waka Humas dan Kesiswaan, Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd., M.Pd., dan KaprodiSS I Gede Putu Ranggapati, ST., diterima Ketua Yayasan Tat Twam Asi Denpasar, Ny. Gusti Ngurah Ketu.

Mudarta menjelaskan penyerahan bantuan sosial ke panti asuhan sebagai bentuk kepedulian siswa SMK Teknas terhadap sesama manusia. Dikatakannya, kegiatan ini dilakukan di akhir MPLS untuk membuka sejumlah kebaikan dan budi luhur peserta MPLS dan OSIS yang sebenarnya dirahasiakan saat MPLS.

‘’Tradisi menyantuni anak-anak di panti asuhan ini sudah dilakoni anak-anak SMK Teknas Denpasar rutin setiap tahun,’’ ujar Mudarta.

Mudarta menambahkan, bakti sosial ini dimaksudkan sebagai eskpresi penguatan pendidikan dan budi pekerti anak-anak di SMK Teknas Denpasar. Selain  diberikan MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya mereka juga diuji kepekaan sosialnya membantu mereka yang memerlukan uluran tangan anak muda.

Mudarta mengungkapkan bakti sosial ini juga serangkaian menumbuhkan konsep Tri Hita Karana dalam bentuk nyata yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan yang diimplementasikan dalam bentuk persembahyangan bersama, hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan yang diimplementasikan dengan kegiatan peduli lingkungan dan hubungan harmonis antara manusia dengan manusia yang diimplementasikan dengan kegiatan bakti sosial, berbagi dengan sesama dengan memberi perhatian kepada anak-anak yang nasibnya kurang beruntung.

Mudarta menyebutkan, tahun pelajaran 2016/2017 SMK Teknas Denpasar sukses menerima empat kelas siswa baru. Mereka tersebar di empat program keahlian yaki Multimedia, TKJ, Akuntansi dan Administrasi Perkantoran. Dua program keahlian terakhir adalah program keahlian terbaru yang dilahirkan SMK Teknas dan terbukti sangat laris.

Sementara itu, pelaksanaan MPLS menurut Ketua Panitia Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd., M.Pd., lebih banyak diisi dengan kegiatan cemarah dan pengenalan kultur sekolah selainmembentuk karakter siswa sesuai dengan harapan Mendikbud. MPLS yang dilakukan selama tiga hari dilakukan secara terukur, tidak ada satupun kegiatan yang dilakukan di luar aturan seperti perploncoan, kekerasan, atau yang lainnya.

Pada hari terakhir MPLS diisi materi stop bullying yang disampaikan oleh Pendiri Komunitas Anak Bangsa yang juga Ketua Perdiknas Denpasar, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tat Twam Asi Denpasar, Ny. Gusti Ngurah Ketu, mengapresiasi sumbangan dari SMK Teknas Denpasar sangat membantu penghuni PA Tat Twam Asi, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk keperluan sekolah. Dikatakan Ny. Gusti Ngurah Ketu, 44 orang penghuni PA Tat Twam Asi saat ini merupakan usia sekolah, dimana sembilan orang di antaranya sudah kuliah dan sisanya studi di SD hingga SMA/SMK.

Ny. Gusti Ngurah Ketu menyebutkan hampir 80 persen keperluan biaya di PA Tat Twam Asi Denpasar dihabiskan untuk biaya pendidikan. Untuk itu, ia berharap kepada donatur dan pemerintah daerah bisa membantu memperingan biaya pendidikan anak-anak PA Tat Twam Asi Denpasar.

Penulis : Putra Sasmitha
Editor : Putu Tistha